banner 728x250
Berita  

Ketua RW Ungkap Kronologi Dugaan Penahanan Uang Jaminan Pasien di RS Budi Kemuliaan Batam

banner 120x600
banner 468x60

Batam. Ketua RW 005 Tanjung Sengkuang, Ramlin Nasution, membeberkan kronologi dugaan penahanan uang jaminan pasien di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam yang berujung pada kedatangan Anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, ke rumah sakit tersebut.

Peristiwa ini bermula pada Jumat malam, 12 Desember 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, saat Ramlin bersama warga dan Karang Taruna RW 005 menggelar kegiatan gotong royong di salah satu rumah warga. Lokasi kegiatan tersebut bersebelahan langsung dengan rumah pasien bernama Bang Saren.

banner 325x300

Usai kegiatan, Bang Saren mendatangi Ramlin ketua RW, dengan raut wajah sedih dan mengeluhkan bahwa uang jaminan rumah sakit yang sebelumnya disetorkan belum juga dikembalikan, meski proses pelayanan medis telah selesai. Menurut pengakuan pasien, uang jaminan tersebut bahkan diperoleh dengan cara meminjam dari tetangga.

“Sebagai Ketua RW, kalau ada persoalan sosial di wilayah, saya merasa wajib membantu. Apalagi ini menyangkut hak masyarakat,” ujar Ramlin.

Merespons keluhan tersebut, Ramlin kemudian menghubungi Ruslan Sinaga, Anggota DPRD Kota Batam, yang selama ini dikenal responsif terhadap aduan warga. Meski saat itu Ruslan Sinaga tengah berada di luar daerah, ia berjanji akan menemui pihak rumah sakit pada Senin, 15 Desember 2025.

Sesuai janji, pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB, Ramli, Ruslan Sinaga, dan pasien mendatangi RS Budi Kemuliaan. Mereka langsung menuju bagian kasir. Di hadapan petugas, Ruslan Sinaga memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD dan menyampaikan adanya aduan masyarakat terkait uang jaminan pasien yang belum dikembalikan.

Petugas kasir kemudian meminta kwitansi pembayaran untuk dicek di sistem komputer. Setelah dilakukan pengecekan, pihak kasir menyatakan bahwa proses tersebut telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. Namun, saat diminta menunjukkan SOP yang dimaksud, pihak kasir tidak dapat memberikan penjelasan yang jelas.

Situasi pun berlanjut dengan janji menghadirkan pihak manajemen rumah sakit. Namun, meski telah menunggu cukup lama dan berulang kali dijanjikan bahwa manajemen sedang “dalam perjalanan”, pihak manajemen tak kunjung datang.

Kekecewaan Ruslan Sinaga semakin memuncak setelah mengetahui bahwa manajemen yang disebut “OTW” ternyata masih berada di dalam gedung rumah sakit. Ketegangan pun terjadi, dan suara Ruslan Sinaga terdengar meninggi saat mempertanyakan ketidakjelasan tersebut.

“Kalau anggota DPRD saja diperlakukan seperti ini, apalagi masyarakat biasa,” ujar Ramli menirukan pernyataan Ruslan Sinaga saat itu.

Situasi semakin memanas hingga terdapat tiga petugas keamanan yang datang ke lokasi. Bahkan, menurut Ramli, sempat terdengar pernyataan dari petugas kasir untuk “mengamankan” Ruslan Sinaga. Namun, Ruslan Sinaga dengan tegas menyatakan identitasnya sebagai anggota DPRD, dan akhirnya pihak keamanan memahami situasi yang terjadi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *